![]() |
| Pengguna BYD Sealion 7 Keluhkan Shockbreaker Patah Setelah Setahun Pakai |
KALBAR.SATUSUARA.CO.ID (JAKARTA) –
Pengalaman kurang menyenangkan yang dialami seorang pengguna mobil listrik BYD
Sealion 7 mendadak menjadi sorotan publik setelah unggahannya viral di media
sosial dan menuai puluhan ribu interaksi.
Curahan hati tersebut memicu
perbincangan luas mengenai aspek keamanan kendaraan listrik premium serta
kualitas layanan purnajual yang diberikan kepada konsumen.
Unggahan viral itu dibuat oleh
beauty influencer sekaligus makeup artist, Louise Daniella, melalui akun
Instagram pribadinya pada 11 Mei 2026. Dalam unggahan berbentuk carousel yang
kini ramai diperbincangkan, Louise menceritakan perjalanan emosionalnya setelah
hampir satu tahun menggunakan BYD Sealion 7 yang dibelinya secara tunai dengan
harga sekitar Rp650 juta.
“Jujur, dua minggu terakhir ini
aku sering nangis karena sesedih itu menjalani hari-hari kerja tanpa henti demi
mobil impianku ini,” tulis Louise mengawali ceritanya.
Ungkapan tersebut langsung
menyita perhatian warganet. Pasalnya, kendaraan yang selama ini menjadi simbol
kemajuan teknologi dan ramah lingkungan itu justru disebut mengalami masalah
yang membuat pemiliknya kehilangan rasa nyaman saat berkendara.
Louise mengaku sempat mengalami
kejadian yang membuatnya terkejut sekaligus trauma. Saat hendak memarkirkan
kendaraan, terdengar suara keras dari bagian mobil. Setelah dilakukan
pemeriksaan, ia mengaku mendapat informasi bahwa salah satu komponen
shockbreaker mengalami kerusakan bahkan disebut patah.
Menurutnya, kendaraan tersebut
digunakan secara normal untuk menunjang aktivitas pekerjaan sehari-hari sebagai
makeup artist yang memiliki mobilitas tinggi di wilayah Bekasi, Jakarta, dan
Tangerang.
“Sebagai pengguna, aku pribadi
tidak menyangka komponen tersebut dapat mengalami kerusakan dalam waktu
pemakaian satu tahun tersebut,” tulisnya.
Tak hanya itu, Louise juga
mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali menyampaikan keluhan terkait
bunyi-bunyi yang muncul dari area dashboard saat melakukan servis berkala.
Namun, meski proses perbaikan telah dilakukan dan shockbreaker telah diganti
melalui mekanisme garansi, ia mengaku suara pada dashboard masih terdengar
hingga kini.
Bukan Menyerang, Hanya Berbagi
Pengalaman
Menariknya, unggahan tersebut
tidak bernada menyerang atau menyudutkan produsen kendaraan. Louise justru
berulang kali menegaskan bahwa dirinya hanya ingin membagikan pengalaman
sebagai konsumen agar menjadi bahan perhatian bersama.
“Aku hanya membagikan pengalaman
pribadi sebagai pengguna,” tulisnya.
Ia juga mengapresiasi langkah
perusahaan yang memberikan penggantian komponen melalui garansi. Namun
demikian, pengalaman tersebut disebut meninggalkan rasa khawatir yang belum
sepenuhnya hilang.
Bagi Louise, persoalan utama
bukan sekadar komponen yang rusak, melainkan berkurangnya rasa aman dan
kepercayaan saat menggunakan kendaraan yang sebelumnya menjadi mobil impiannya.
Viral dan Jadi Perbincangan
Warganet
Unggahan tersebut mendapat
respons luar biasa dari publik. Berdasarkan pantauan, postingan itu telah
memperoleh lebih dari 41.600 tanda suka serta ratusan komentar dari sesama
pengguna kendaraan hingga figur publik.
Salah satu komentar yang mencuri
perhatian datang dari aktris Michelle Ziudith.
“Masi bunyi bunyi sampe skrg
ka???” tulis Michelle.
Komentar tersebut langsung
dibanjiri respons dan memperoleh ratusan tanda suka dari pengguna lainnya.
Sejumlah influencer serta
pengguna media sosial lainnya turut memberikan dukungan moral kepada Louise.
Banyak yang berharap persoalan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga tidak
menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen kendaraan listrik.
Hingga berita ini diterbitkan,
pihak PT BYD Motor Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait unggahan
viral tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Head of Public
& Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, terkait
penanganan kendaraan yang bersangkutan serta tanggapan perusahaan atas
perhatian publik yang berkembang di media sosial.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia, aspek keamanan, kualitas produk, serta respons layanan purnajual tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen. (Sumber : Jaringan Promedia).

Social Footer