![]() |
| Anggota DPR RI Komisi XIII, Franciscus Maria Agustinus Sibarani |
KALBAR.SATUSUARA.CO.ID (KETAPANG) -
Anggota DPR RI Komisi XIII, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, mengapresiasi
langkah cepat dan terukur yang diambil Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI
Ketapang dalam menangani warga negara asing (WNA) pasca insiden kerusuhan yang
terjadi di Kabupaten Ketapang pada Desember lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan
Sibarani saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Ketapang, Senin
(12/1). Dalam kesempatan itu, ia menerima penjelasan langsung dari Kepala
Kantor Imigrasi Ketapang Benny Septiyadi, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat Wahyu Hidayat, terkait
langkah-langkah keimigrasian yang telah ditempuh sejak awal kejadian.
“Pengamanan terhadap WNA yang
dilakukan Imigrasi Ketapang sejak awal merupakan langkah yang tepat untuk
menjaga kondusivitas daerah. Pemeriksaan dan pengawasan keimigrasian juga telah
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Sibarani.
Ia menegaskan bahwa kunjungan
tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI guna memastikan
pelaksanaan tugas keimigrasian berjalan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan serta kewenangan masing-masing institusi.
“Penanganan dilakukan sesuai
kewenangan masing-masing institusi. Imigrasi menjalankan fungsi keimigrasian,
sementara aspek pidana ditangani oleh kepolisian. DPR RI menghormati dan tidak
mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Berdasarkan penjelasan pihak
Imigrasi Ketapang, dari total WNA yang diamankan pasca kerusuhan, sebanyak 27
orang telah dikenakan sanksi administratif keimigrasian dan akan dipulangkan ke
negara asal.
Sementara itu, WNA yang diduga
terlibat dalam tindak pidana tetap diproses oleh Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“DPR RI mendukung langkah-langkah
administratif keimigrasian yang telah dilakukan, khususnya dalam tindak lanjut
pemeriksaan keimigrasian, guna menjaga kepastian hukum, ketertiban umum, serta
stabilitas keamanan di daerah,” pungkas Sibarani. (tim liputan).
Editor : Heri

Social Footer