![]() |
| Seminar UNU Kalbar Buka Mata Mahasiswa Soal Finansial |
KALBAR.SATUSUARA.CO.ID (PONTIANAK) – Di
tengah era ketika sebagian anak muda lebih sibuk mengatur tampilan feed media
sosial dibanding mengatur isi rekening sendiri, langkah Universitas Nahdlatul
Ulama Kalimantan Barat menghadirkan seminar literasi keuangan terasa menjadi
angin segar bagi generasi muda.
Mahasiswa Program Studi Manajemen
memenuhi aula kampus dalam seminar bertema “Peran Pegadaian dalam Meningkatkan
Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Era Digital.” Kegiatan
tersebut menghadirkan pihak Pegadaian sebagai narasumber untuk memberikan
pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan di era digital.
Di zaman ketika sebagian orang
lebih hafal jadwal live streamer daripada tanggal jatuh tempo tagihan sendiri,
seminar seperti ini menjadi pengingat bahwa kecerdasan finansial kini sama
pentingnya dengan kecerdasan akademik.
Kegiatan yang diselenggarakan
Program Studi Manajemen bersama dosen Fakultas Ekonomi itu berlangsung penuh
antusias. Mahasiswa tampak aktif mengikuti rangkaian acara, mulai dari
registrasi hingga sesi diskusi interaktif.
Menariknya, sebelum seminar
dimulai, peserta terlebih dahulu diajak melakukan pendaftaran akun dan layanan
digital Pegadaian melalui aplikasi yang telah disiapkan panitia. Proses
tersebut didampingi langsung oleh pihak Pegadaian agar mahasiswa memahami
penggunaan layanan digital secara benar dan aman.
Langkah sederhana itu ternyata
menyimpan pesan penting. Di tengah maraknya aplikasi pinjaman online dan budaya
konsumtif digital, banyak generasi muda yang terbiasa mengakses layanan
keuangan tanpa benar-benar memahami risiko maupun mekanismenya.
Dalam sesi pemaparan materi,
narasumber membahas berbagai hal mulai dari pengelolaan keuangan pribadi,
pentingnya menabung dan investasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam
layanan keuangan modern.
Mahasiswa diajak memahami bahwa
literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menyisakan uang jajan hingga akhir
bulan, melainkan keterampilan bertahan hidup di tengah ekonomi digital yang
bergerak sangat cepat.
Fenomena gaya hidup digital juga
turut menjadi sorotan. Sebab di era sekarang, tidak sedikit anak muda rela
menghabiskan jutaan rupiah demi mengikuti tren, tetapi mendadak panik saat
mendengar istilah “dana darurat” atau “investasi jangka panjang”.
Seminar ini menjadi pengingat
bahwa menjadi modern tidak cukup hanya memiliki smartphone terbaru atau konten
media sosial yang estetik, tetapi juga kemampuan mengelola masa depan finansial
secara cerdas.
Suasana seminar pun berlangsung
hidup. Mahasiswa aktif bertanya tentang strategi mengatur keuangan pribadi,
peluang ekonomi digital, hingga cara memanfaatkan layanan Pegadaian secara
bijak dan produktif.
Sebagai bentuk apresiasi
sekaligus simbol kolaborasi, pihak Pegadaian menyerahkan plakat kepada Ketua
Program Studi Manajemen UNU Kalbar, Marhamah.
Momentum tersebut menjadi simbol
bahwa dunia pendidikan dan lembaga keuangan mulai serius membangun generasi
muda yang tidak hanya cakap teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan
ekonomi masa depan.
Seminar ini sekaligus menegaskan bahwa di masa depan, dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar berbicara konsep, tetapi juga generasi yang mampu mengelola uang, membaca peluang, dan tidak langsung kalap setiap melihat tulisan “diskon terbatas”. (Sumber : Bang Ros).

Social Footer